RSS

Arsip Tag: Habib Mundzir al-munsawa

Catatan untuk Buku Meniti Kesempurnaan Iman Karya Habib Munzir Al-Musawa (bag. 1)

Oleh : Ibnu Mugnie Al-Banjary

Ini adalah catatan tambahan saja, untuk bantahan yang ditulis Al-Ustadz Abu Utsman Kharitsman yang berjudul BANTAHAN TERHADAP BUKU MENITI KESEMPURNAAN IMAN KARYA HABIB MUNZIR AL-MUSAWA (BAG I : ISTIGHOTSAH)

Oleh sebab itu, sebelum membaca catatan ini hendaknya membaca artikel tersebut. disini

Pada BAB I : Istighosah, Hal 6 Habib mengatakan :

Pada hakekatnya memanggil nama seseorang untuk  meminta  pertolongannya  adalah  hal  yang diperbolehkan selama ia seorang Muslim, Mukmin, Shalih dan diyakini mempunyai manzilah di sisi Allah  swt,  tak  pula  terikat  ia  masih  hidup  atau telah wafat. Karena bila seseorang mengatakan ada perbedaan  dalam  kehidupan  dan  kematian  atas manfaat dan mudharrat maka justru dirisaukan ia dalam  kemusyrikan  yang  nyata,  karena  seluruh manfaat  dan  mudharrat  berasal  dari  Allah  swt. Maka kehidupan dan kematian tak bisa membuat batas dari manfaat dan mudharrat kecuali dengan izin Allah swt.Ketika  seseorang  berkata  bahwa  orang  mati tak bisa memberi manfaat, dan orang hidup bisa memberi manfaat, maka ia dirisaukan telah jatuh dalam kekufuran karena menganggap kehidupan adalah sumber manfaaat dan kematian adalah mustahilnya manfaaat, padahal manfaat dan mudharrat itu dari Allah, dan kekuasaan Allah tidak bisa dibatasi dengan kehidupan atau kematian

——————————————– (sampai disini nukilan) Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 8, 2011 in Bantahan

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Catatan untuk Buku Meniti Kesempurnaan Iman Karya Habib Munzir Al-Musawa (bag. 2)

Catatan untuk Buku Meniti Kesempurnaan Iman Karya Habib Munzir Al-Musawa (bag. 2)

Oleh : Ibnu Mugnie Al-Banjary

Pada bab kedua ini, Habib Munzir membantah Ibnu Baaz Rahimahullahu di dalam pengingkarannya terhadap amalan orang-orang yang menghidupkan malam Nisfu Sya’ban  (pertengahan Sya’ban). Maka karena catatan ini adalah tanggapan untuk buku Habib Munzir, maka terkait dengan hukum Nisfu Sya’ban sendiri silahkan baca dahulu di sini. Kami sendiri hanya akan menanggapi tulisan Habib Munzir.

Habib Munzir berkata di halaman 28 dan 29 :

Berkata  Imam  Syafii  rahimahullah  “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam Jum’at, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam Nisfu Sya’ban”  (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Dengan  fatwa  ini  maka  kita  memperbanyak doa  di  malam  itu,  jelas  pula  bahwa  doa  tak  bisa dilarang  kapanpun  dan  dimanapun,  bila  mereka melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?,

Kemudian  berkata pada hal 30-31 : Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 8, 2011 in Bantahan

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: